Kuliah di Prodi Agrotek yuk!

Kuliah di Prodi Agrotek yuk!

Berita Terkini, Pengumuman, Radix

Profil Prodi Agroteknologi

Jadwal Pendaftaran :

Gelombang 1 : 08 Januari 2020 s/d 05 Mei 2020
Gelombang 2 : 06 Mei 2020 s/d 21 Juli 2020
Gelombang 3 : 22 Juli 2020 s/d 31 Agustus 2020

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Mahasiswa Baru silakan kunjungi website : pmb.unisma.ac.id atau bisa langsung menghubungi :

Kaprodi Agroteknologi : Dr. Ir. Anis Rosyidah, MP (082 230 016 195)

Mari Bergabung di Fakultas Pertanian UNISMA

Mari Bergabung di Fakultas Pertanian UNISMA

Pengumuman, Radix
Fakultas Pertanian UNISMA

Profil Fakultas Pertanian

Jadwal Pendaftaran :

Gelombang 1 : 08 Januari 2020 s/d 05 Mei 2020
Gelombang 2 : 06 Mei 2020 s/d 21 Juli 2020
Gelombang 3 : 22 Juli 2020 s/d 31 Agustus 2020

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Mahasiswa Baru silakan kunjungi website : pmb.unisma.ac.id atau bisa langsung menghubungi :

Kaprodi Agribisnis : Dr. Dwi Susilowati, SP., MP (081 334 567 719)
Kaprodi Agroteknologi : Dr. Ir. Anis Rosyidah, MP (082 230 016 195)

Manfaatkan Kotoran Kelinci, Faperta Unisma Abdikan Diri ke Masyarakat

Manfaatkan Kotoran Kelinci, Faperta Unisma Abdikan Diri ke Masyarakat

Berita Terkini, Radix

Tim Pangabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Unisma berfoto bersama. Dekan Faperta Dr Ir Nurhidayati MP (hijab merah)

MALANG | duta.co – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Malang (Unisma) memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Lewat penyuluhan pengelolaan limbah ternak ini, Fakultas ini mengajak warga Desa Codo, Wadak, Kabupaten Malang untuk melindungi dan menjaga kualitas lingkungan.

Ketua tim pengabdian masyarakat, yang juga Dekan Faperta, Dr Ir Nurhidayati MP, mengatakan bahwa pihaknya sengaja memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Pembuatan pupuk organik padat dan cair berbahan dasar kotoran kelinci.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh kelompok peternak kelinci untuk memanfaatkan kotorannya yang cukup melimpah di Desa Codo,” ungkap Nurhidayati.

Tim dari Faperta yang turun mengabdikan diri, terdiri dari dekan dan dosen Ir Abd Basit MP serta 7 mahasiswa. Tim ini menyasar Desa Codo Wajak Kabupaten Malang, yang luas lahan pertanian mencapai 403,5 Ha.

Menurutnya, lahan pertanian tersebut merupakan 66% dari total luas wilayah. Ditilik dari angka tersebut merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pertanian dan peternakan. Apalagi didukung dengan kondisi tanah yang  subur, potensial mempercepat perkembangan pertanian dan sektor peternakan di wilayah tersebut.

“Namun sayangnya, dengan pengelolaan limbah yang kurang tepat, kami khawatir akan menurunkan kualitas lingkungan air dan tanah di sekitar desa tersebut,” ujar Nurhidayati, berempati.

Menyadari akan pentingnya kualitas lingkungan untuk kegiatan pertanian, peternakan dan kehidupan sehari-hari, maka Tim Faperta Unisma memberikan penyuluhan kepada petani tentang peran pupuk organik untuk  mempertahankan kesuburan dan kualitas tanah.

“Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan petani tentang dampak positif dari penggunaan pupuk organik terhadap kesuburan tanah,” tutur wanita kalem ini.

Nurhidayati kemudian menjelaskan, aplikasi bahan organik ke dalam tanah ini dapat mengurangi kepadatan tanah. Hingga tanah tersebut akan lebih remah dan gembur dan mudah diolah. Selanjutnya, tanah lebih subur dan sehat karena meningkatnya aktivitas mikroorganisme dalam tanah akibat pemberian bahan organik.

Pengelolaan limbah peternakan menjadi pupuk organik dapat melindungi kualitas lingkungan tanah dan di perairan baik sungai dan sumber mata air lainnya.

“Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran petani tentang manfaat pupuk organik dalam sistem budidaya tanaman. Serta untuk mengurangi penggunaaan pupuk kimia buatan yang berdampak negatif terhadap kesuburan tanah ke depan,” beber Dekan Faperta Unisma.

Dengan adanya penyuluhan ini, petani mulai tertarik untuk membuat pupuk organik sendiri dari bahan lokal yang tersedia terutama kotoran kelinci.

Masih kata Nurhidayati, pelatihan ini diawali dengan pembuatan pupuk organik padat menggunakan bahan kotoran kelinci dan limbah pertanian serta seresah dedaunan di sekitar Desa Codo. Pencampuran kotoran ternak kelinci dengan limbah pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan.

“Sebenarnya kotoran kelinci bisa langsung digunakan sebagai pupuk organik di lahan pertanian karena kandungan haranya cukup tinggi. Namun untuk meningkatkan kualitas pupuk organik kotoran kelinci perlu dicampur dengan bahan organik lainnya,” imbuhnya.

Pencampuran ini, lanjut dia, memberikan manfaat terhadap efek residu dari pupuk kompos tersebut bisa berlangsung lebih lama dibandingkan kotoran kelinci yang diaplikasikan secara langsung ke lahan pertanian.

“Kegiatan selanjutnya adalah praktek pembuatan pupuk cair dari kotoran kelinci.  Bahan yang dibutuhkan adalah kotoran kelinci, EM-4 dan molase dengan komposisi 30 kg bahan kompos padat, 50 liter air, EM-4 300 ml dan Molase 300 ml. Bahan kompos dibungkus dalam kain kasa kemudian diikat dan dicelupkan ke dalam drum kemudian ditambahkan EM-4 300 ml dan molase 300 ml, tambahkan air sampai memenuhi drum,” terangnya.

Dijelaskannya, bahan-bahan tersebut difermentasi selama 1 minggu. Setelah itu cairannya diambil dan disemprotkan pada tanaman dan tanah dengan pengenceran 1:10.  “Aplikasi pupuk cair ini dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tanaman,” tutupnya.

Sumber : https://duta.co/manfaatkan-kotoran-kelinci-faperta-unisma-abdikan-diri-ke-masyarakat

Dosen Faperta Berhasil Kembangkan Ekonomi Syariah Lewat Sistem Qordhul Hasan

Dosen Faperta Berhasil Kembangkan Ekonomi Syariah Lewat Sistem Qordhul Hasan

Berita Terkini, Radix

Dosen Universitas Islam Malang (Unisma) Dr Ir Masyhuri Mahfudz MS (paling kiro) bersama anggota UMKM yang  bertransaksi dengan sistem Qordhan Hasanah. (FT/IST)

MALANG | duta.co – Dosen Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil mengembangkan dana zakat produktif yang bebas dari riba lewat sistem transaksi Qordhul Hasan. Transaksi ini diyakini memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dosen Pertanian Unisma, Dr Ir Masyhuri Mahfudz MS, bahwa adanya pernyataan dari otoritas jasa keuangan (OJK) Jawa Timur yang prihatin atas rendahnya minat masyarakat terhadap Bank Syariah. Menurutnya, bank berlabel Islam tersebut dalam transaksinya 100% terindikasi sama dengan bank konvensional.

“Maka dari hasil penelitian mulai 2016 lalu, ternyata tanpa memainkan peranan bunga uang, dapat memberikan keuntungan yang cukup signifikan melalui transaksi Qardhan Hasanah ini,” ungkap Masyhuri Mahfudz.

Dijelaskannya, qardh sendiri dapat diartikan memberi hutangan, tanpa mengharapkan imbalan. Akad qardh ini diperbolehkan dengan tujuan meringankan atau menolong beban orang lain.

“Teori Qardhan Hasanah justru menguntungkan, didasarkan hasil penelitian dari 23 nasabah hanya 3 orang (13%) yang mengalami kemacetan. Rata-rata tingkat keuntungan 50% di atas keuntungan transaksi konvensional dan sebesar 25% di atas transaksi pada lembaga keuangan syariah,” paparnya.

Menurutnya, dari 13% nasabah yang macet 50% di antara itu telah menyelesaikan kewajiban. Teori Qardhan Hasanah yang berorientasi pada sosial, juga bisa diwujudkan dalam bentuk dana zakat produktif dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Hal ini mencerminkan bahwa dampak zakat, infak dan sedekah terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sangat signifikan.

Penelitian yang dilakukan dosen kampus kebanggaan NU ini sengaja menyasar pelaku ekonomi kreatif yang menjadi binaan sejak tahun 2016 dengan jumlah anggota sebanyak 32 pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan semi eksperimen pada usaha penjualan sepeda motor bekas. Sebagian prosentase keuntungan diteruskan untuk kepentingan pengabdian melalui program Hibah Institusi-Unisma (HI-ma).

Masyhuri juga menyatakan, transaksi dengan Qardh cukup memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi para pelaku ekonomi kreatif. Indikasi kebahagiaan dan ketenangan ini berupa pengembalian pembiayaan tidak dibebani apapun, disamping fleksibiltas dari tempo pengembalian.

“Keunikan temuan dalam transaksi Qardh ini tiap nasabah menjujung tinggi kesepakatan, dan adanya keberanian menentang rentenir, serta adanya keberanian tanpa jaminan. Selain itu ada silaturrahim antar anggota dan adanya ‘keterpaksaan’ menabung sebagai ‘jaminan’ pada angsuran,” imbuhnya.

Keunikan lainnya, lanjut dia, setiap anggota harus menjadi koordinator secara bergantian dan menyetor pada pusat. Dalam sistem ini juga adanya larangan memungut biaya, jika ada yang melanggar, maka akan dikeluarkan dari keanggotaan.

“Selain itu besarnya pinjamanan dan tabungan sebagai indikator dalam pertumbuhan ekonomi sangat positif, dalam arti pinjaman banyak selalu dibarengi dengan tabungan banyak. Dengan Qardh Hasanah menjadi salah satu tawaran model pembiayaan pada pelaku ekonomi kreatif yang mendapatkan respon cukup baik.” tutupnya. 

Sumber : https://duta.co/dosen-unisma-berhasil-kembangkan-ekonomi-syariah-lewat-sistem-qordhul-hasan

Healthy Agriculture dari Fakultas Pertanian Unisma untuk Masyarakat yang Sehat

Healthy Agriculture dari Fakultas Pertanian Unisma untuk Masyarakat yang Sehat

Berita Terkini, Radix

Oleh: Dr Ir Nurhidayati MP* (Dekan Fakultas Pertanian Unisma)

KOMUNITAS pembangunan semakin menyadari bahwa semakin eratnya keterkaitan antara kesehatan manusia dan praktik sistem produksi pertanian karena pertanian menghasilkan pangan, serat, dan obat-obatan serta menyediakan mata pencaharian bagi jutaan petani sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup lain yang berkontribusi bagi kesehatan mereka yang lebih baik. Oleh karena itu, para pengambil kebijakan, akademisi dan praktisi di bidang pertanian sedang berupaya untuk menerapkan sistem pertanian yang lebih produktif dan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan masyarakat. Mengingat penggunaan bahan kimia sintetik dalam sistem pertanian semakin tidak terkendali untuk mempertahankan produktivitas pertanian. Kondisi ini berdampak pada semakin menurunnya kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Fakultas Pertanian Unisma memiliki peneliti-peneliti yang mengembangkan sistem pertanian sehat melalui penggunaan bahan alami dalam sistem produksi pertanian, penerapan teknologi hijau dalam pengolahan hasil pertanian, dan diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pokok karbohidrat yang umum dikonsumsi masyarakat dan berbagai topik penelitian laiinya yang mendukung pertanian sehat.

Sistem pertanian berkaitan dengan kesehatan manusia pada tingkat paling dasar. Keterkaitan yang sangat erat ini disebabkan karena hubungan antara sistem pertanian dan kesehatan masyarakat berjalan dua arah yang merupakan hubungan rantai sebab akibat. Kesehatan masyarakat yang baik mempengaruhi pertanian dengan meningkatkan kapasitas orang untuk bekerja, dengan demikian meningkatkan berapa banyak yang dapat mereka hasilkan.

Semakin sehat masyarakat petani kita akan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengambil risiko dengan menerapkan tanaman atau metode pertanian baru. Dampak yang ditimbulkan adalah meningkatnya produksi dan pendapatan yang lebih baik bagi petani (praktisi di bidang pertanian). Sebaliknya ketika petaninya tidak sehat, maka mereka tidak dapat memproduksi produk pertanian yang cukup untuk mendapatkan penghasilan  yang layak, sehingga mendorong timbulnya kemiskinan bagi masyarakat petani dan akibatnya malnutrisi semakin memperburuk kesehatan mereka.

Fakta bahwa adanya hubungan dua arah antara pertanian dan kesehatan merupakan peluang bagi kedua sektor untuk bekerja sama untuk membantu memecahkan masalah satu sama lain. Hal ini bermakna bahwa sistem pertanian dapat dikembangkan untuk memberi manfaat bagi kesehatan, dan sektor kesehatan dapat mengambil langkah untuk membantu mengatasi masalah pertanian. Meskipun pendekatan ini akan memunculkan pro dan kontra, namun koordinasi yang lebih baik pada akhirnya bisa menguntungkan kedua sektor. Koneksi antara pertanian dan kesehatan telah diakui selama bertahun-tahun, tetapi profesionalisme bidang kesehatan dan pertanian masih cenderung terus bekerja dalam batas-batas sektor mereka sendiri. Oleh karena itu  peningkatan koordinasi antara lembaga-lembaga kesehatan perlu  diarahkan untuk mengembangkan sistem pertanian yang sehat, agar kesehatan masyarakat dan lingkungan tetap terjamin.

Beberapa peneliti Fakultas Pertanian sedang bekerja untuk mengarahkan lebih banyak perhatian pada hubungan antara pertanian dan kesehatan untuk merangsang lebih banyak aksi bersama untuk mengatasinya. Penulis sedang mengembangkan produk hortikultura yang memiliki kandungan antioksidan tinggi untuk pencegahan penyakit degeneratif melalui sistem pertanian hidroganik di wilayah perkotaan. Namun, untuk memanfaatkan sinergi-sinergi ini membutuhkan penelitian kuat yang menghubungkan baik pertanian maupun komunitas kesehatan. Dengan inisiatif baru ini kami bertujuan untuk memperkuat hubungan hubungan antara sector pertanian dan kesehataan.

Pekerja di sektor pertanian terus-menerus dan langsung terpapar risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh sistem  pertanian itu sendiri. Salah satu risiko ini berasal dari kontak antara pekerja dengan bahan-bahan kimia yang mengandung senyawa racun demikian juga peternak dengan hewan ternak. Selain petani dan peternak, masyarakat yang mengkonsumsi produk pangan dari system pertanian konvensional dengan menerapkan bahan kimia sintetik juga akan terpapar oleh senyawa racun tersebut sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit degeneratif.

Penyakit degeneratif umumnya diakibatkan oleh penurunan kinerja secara bertahap pada sel-sel tubuh yang kemudian berdampak kepada fungsi organ secara umum. Sebagian besar penyakit degeneratif muncul akibat pertambahan usia, bukan akibat virus atau bakteri. Gaya hidup yang buruk juga turut meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Berdasarkan Susenas 2012, separuh lebih lansia (52,12%) mengalami keluhan kesehatan dan tidak ada perbedaan  lansia yang mengalami keluhan kesehatan berdasarkan jenis kelamin (laki-laki 50,22%; perempuan 53,74%). Informasi ini juga memperlihatkan perkembangan kondisi penduduk lansia yang mengalami keluhan kesehatan pada tahun 2005-2012. Hal ini berarti secara umum derajat kesehatan penduduk lansia masih rendah, yang dapat dilihat dengan peningkatan persentase penduduk lansia yang mengalami keluhan kesehatan dari tahun 2005-2012.

Faktor yang juga mempengaruhi kondisi fisik dan daya tahan tubuh lansia adalah pola hidup yang dijalaninya sejak usia balita. Pola hidup yang kurang sehat berdampak pada penurunan daya tahan tubuh, masalah umum yang dialami adalah rentannya terhadap berbagai penyakit. Gaya hidup yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit, termasuk penyakit degeneratif.

Perubahan dalam praktik pertanian sangat diperlukan untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit degenartif sejak dini. Hal ini membutuhkan kerjasama yang baik antara bidang pertanian dan kesehatan untuk  memerangi penyakit degeneratif  yang telah muncul di masa lalu dan yang pasti akan muncul lagi di masa mendatang. Ini menunjukkan pentingnya pasokan makanan yang seimbang untuk kesehatan manusia. Kesehatan manusia sangat tergantung pada suplai makanan dengan gizi  seimbang dan bebas dari senyawa beracun. Oleh karena itu perlu adanya konferensi Pertanian dan Kesehatan yang perlu diikuti  baik dari kalangan penentu kebijakan, akademisi, peneliti, praktisi dan masyarakat pada umumnya. dengan Tema  ‘Pertanian Sehat, Gizi Sehat, Masyarakat Sehat.

Topik ini meliputi hubungan antara arsitektur  pertanian, sistem produksi pangan dan pertanian perkotaan, serta aktivitas fisik, nutrisi, variasi genetik dan faktor penentu lain kesehatan manusia. Kajian-kajian yang dibutuhkan terkait dengan nutrisi yang optimal konsisten dengan pertanian berkelanjutan secara ekologis dan ekonomi, dan kerjasama lembaga-lembaga ilmiah dan politik yang dapat mengintegrasikan penelitian ke dalam perencanaan kota dan peraturannya, pertanian dan sistem perawatan kesehatan. Hasil kajian ini akan berkontribusi pada perkembangan kesehatan yang lebih baik sepanjang siklus hidup manusia, dan mencegah atau menunda penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker. Para ilmuwan yang bekerja di bidang kedokteran, fisiologi, genetika, nutrisi, dietetika, ekonomi, arsitektur, pertanian serta ilmuwan dan pembuat kebijakan yang tertarik pada masalah lingkungan seperti keberlanjutan pertanian dan iklim akan menemukan topik diskusi yang sangat menarik.

Langkah konkrit yang perlu diterapkan secepatnya adalah menciptakan Lingkungan Pertanian yang Lebih Sehat. Hal ini membutuhkan sosialisasi terus menerus kepada petani (praktisi di bidang pertanian) agar mereka dapat menemukan kesehatan mereka yang lebih baik terkait dengan praktik pertanian. Agrokimia dapat menyebabkan keuntungan yang cukup besar dalam produksi, tetapi juga dapat menimbulkan risiko serius bagi pengguna. Penggunaan pupuk yang berlebihan menyebabkan nitrat dan nitrit mengalir keluar dari lahan pertanian dan mencemari sumber air minum. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa hanya 30 persen dari aplikasi pupuk yang benar-benar diserap oleh tanaman, selebihnya akan mencemari lingkungan dan meresap ke dalam air tanah yang menjadi sumber air kehidupan manusia. Sebuah situasi yang tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga sangat penting dalam sistem produksi pertanian bila kita dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, sehingga dapat menekan biaya produksi pertanian.

Pestisida juga telah digunakan jauh melebihi dari yang diperlukan. Kondisi ini akan meracuni ribuan pekerja pertanian setiap tahun. Pestisida dan residunya juga mencemari sumber daya air, dan paparan jangka panjang melalui air minum, yang berdampak pada semakin berkembangnya  penyakit tidak menular (degeneratif) pada manusia.  Hal ini dibutuhkan kajian tentang solusi yang paling efektif oleh para peneliti, tentang  kombinasi manajemen hama terpadu (PHT) dan pendidikan dan penyuluhan tentang bahaya penggunaan pestisida.

Sebenarnya petani atau praktisi mengetahui tentang bahaya penggunaan pestisida sintetik tersebut dengan adanya label bergambar tengkorak dan tulang bersilang pada sebuah wadah pestisida yang menunjukkan berbahaya bagi manusia. Namun hal ini tidak pernah diindahkan, karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi petani. Dengan menggunakan PHT, yang lebih mengandalkan kontrol biologis hama dan lebih sedikit penggunaan pestisida kimia, sebenarnya petani mampu mempertahankan hasil mereka sekaligus mengurangi biaya produksi.

Upaya pendidikan dan penyuluhan untuk mengurangi penggunaan pestisida di kalangan petani harus terus dilakukan melalui pendekatan untuk pertanian dan kesehatan yang disebut Ecohealth, yang mencoba menciptakan lingkaran kebajikan (Virtuous Circle) dari produksi pertanian yang memadai, peningkatan kesehatan manusia, dan ekosistem pertanian berkelanjutan.  Kita menyadari bahwa tidak mudah meyakinkan masyarakat agar mereka mau menerapkan sistem pertanian yang sehat di tengah-ktengah kesulitan ekonomi yang mereka alami.  Namun sebagai akademisi dan peneliti kita harus terus berusaha untuk mensosialisasikan program pertanian sehat untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik melalui pendekatan Ecohealth kepada petani tanaman pangan dan hortikultura.

Sebagai penutup opini ini, kami sebagai peneliti Fakultas Pertanian khususnya di bidang pertanian sehat akan terus berupaya untuk mensosialisasikan kepada petani agar selalu menerapkan Ecohealth dalam sistem pertanian di Indonesia. Akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pemerhati di bidang pertanian, kesehatan dan lingkungan.

Sumber : https://duta.co/healthy-agriculture-dari-fakultas-pertanian-unisma-untuk-masyarakat-yang-sehat

Mari Kuliah di Fakultas Pertanian!

Mari Kuliah di Fakultas Pertanian!

Berita Terkini, Pengumuman, Radix
Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang
Prodi Agribisnis Universitas Islam Malang
Prodi Agroteknologi Universitas Islam Malang

Jadwal Pendaftaran :

Gelombang 1 : 08 Januari 2020 s/d 05 Mei 2020
Gelombang 2 : 06 Mei 2020 s/d 21 Juli 2020
Gelombang 3 : 22 Juli 2020 s/d 31 Agustus 2020

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Mahasiswa Baru silakan kunjungi website : pmb.unisma.ac.id atau bisa langsung menghubungi :

Kaprodi Agribisnis : Dr. Dwi Susilowati, SP., MP (081 334 567 719)
Kaprodi Agroteknologi : Dr. Ir. Anis Rosyidah, MP (082 230 016 195)

FP Unisma Malang Gelar MUSWIL IV IBEMPI 2020

FP Unisma Malang Gelar MUSWIL IV IBEMPI 2020

Berita Terkini, Radix

TIMESINDONESIA, MALANG – BEM Fakultas Pertanian Unisma Malang menjadi tuan rumah MUSWIL IV IBEMPI, Rabu-Sabtu (19-22/2/2020).

“BEM Fakultas Pertanian Unisma Malang berharap acara ini tidak hanya fokus pada Musyawarah saja. Tetapi, peserta Muswil harus kembali ke tempat masing-masing mendapatkan ilmu yang baru dengan semangat yang semakin membara,” ungkap Ketua BEM Fakultas Pertanian 2020, Rizky Adam.

Acara pembukaan pada Kamis, 20 Februari 2020 yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Unisma, Dr. Ir. Nurhidayati, MP. Pada sambutannya ia berharap acara Muswil ini sebagai perkumpulan mahasiswa/i BEM Fakultas Pertanian untuk bekerjasama membangun Pertanian Indonesia lebih baik lagi ke depannya.

“Saya bangga dengan semangat anak-anak muda yang ingin bersama-sama bergerak dan memikirkan nasib pertanian saat ini. Terimakasih untuk panitia yang sudah bekerja keras melaksanakan persiapan acara ini,” kata Dekan.

Acara dilanjutkan dengan acara Seminar Regional dengan 2 Narasumber yang luar biasa yaitu Dr. Ir. Wahono, MT. pembuat alat Motodoro dan dari Dinas Pertanian Ir. R. Bagus Adhirasa, MM. yang dimoderatori oleh Sekretaris BEM Fakultas Pertanian Frisqilayanti.

Seminar Regional membahas tentang Digitalisasi Pertanian di Era Industri 4.0 Menuju Kemandirian Pangan. Di Era Teknologi ini Pertanian Indonesia harus mampu bersaing menuju kemajuan pertanian dan harapan terbesarnya yaitu pada anak muda dan lebih khususnya Mahasiswa/i Pertanian.

Pada acara inti yaitu Musyawarah Wilayah dilaksanakan Jumat (21/2/2020). Dimulai dengan pembahasan AD/ART yang dipimpin langsung oleh Presnas 1 Putra Reza Ramadhan, Presnas 2 Sakinah Aula dan Kordinator Wilayah IV saudara M. Zakariyah.

Pada pemilihan Korwil selanjutnya yang dilanjut di siang hari bertempat di Lantai 2 Ruang Seminar Gedung B yang terpilih dari BEM Fakultas Pertanian Unisma Malang. Suatu hal yang membanggakan, semoga BEM Fakultas Pertanian bisa menjaga amanah dengan baik. 

Sumber :
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/255341/fp-unisma-malang-gelar-muswil-iv-ibempi-2020

RKM Unisma Malang Kembangkan Rumah Pembudidayaan Ulat Sutera

RKM Unisma Malang Kembangkan Rumah Pembudidayaan Ulat Sutera

Berita Terkini, Radix

Kegiatan pemeliharaan bibit ulat sutera.

TIMESINDONESIA, MALANG – Tim Rumah Kreatif Mahasiswa 2019 dari Fakultas Pertanian Unisma Malang, telah mendirikan rumah pembudidayaan ulat sutera di desa Panggungrejo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang.

Rumah ini terletak di gang Siku no. 4, desa Panggungrejo. Rumah tersebut merupakan rumah milik salah satu warga yang disewa sebagai tempat pengembangan budidaya ulat sutera.

Budidaya ulat sutera merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek menjanjikan. Melalui program ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa Panggungrejo.


Perawatan bibit pohon jarak yang berumur 2 minggu

Kegiatan budidaya ini dibantu oleh berbagai pihak mulai dari perangkat desa, karang taruna dan beberapa masyarakat setempat.

Pengembangan budidaya ulat sutera merupakan salah satu program pemberdayaan potensi desa Panggungrejo. Dengan adanya kegiatan Rumah Kreatif Mahasiswa Unisma ini, sangat membantu terlaksananya awal dari pengembangan program tersebut.

“Kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang diberikan kepada karang taruna dan beberapa masyarakat desa cukup bermanfaat bagi desa Kami,” ucap Heru, Kepala Desa Panggungrejo.

Kegiatan yang telah dilakukan dalam program RKM ini antara lain, pembuatan rak ulat sutera, penanaman tanaman jarak sebagai pakan ulat sutera, serta pelatihan kepada karang taruna tentang pemeliharaan dan perawatan bagi ulat sutera. Selain itu, juga dilakukan pelatihan tentang cara panen kepompong ulat sutera dilakukan oleh Tim dibantu oleh mentor.


Kegiatan penanaman pohon jarak sebagai pakan ulat sutera

Program pembudidayaan ulat sutera ini telah mencapai tahap 80%, karena telah mencapai satu periode pertumbuhan ulat sutera hingga menjadi kepompong yang siap dipanen.

“Diharapkan program tersebut dapat memberikan tambahan ilmu dan manfaat bagi masyarakat kami. Sehingga, dapat dilanjutkan program tersebut oleh karang taruna desa Panggungrejo guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, desa kami terlaksana menjadi desa wisata berbasis edukasi dalam budidaya ulat sutera di Kabupaten Malang,” imbuh Heru.

Kegiatan Rumah Pemberdayaan Ulat Sutera Ini dilakukan oleh mahasiswa Unisma Malang di bawah bimbingan Dr. Siti Asmaniyah Mardiyani SP. MP.

Sumber :
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/263016/rkm-unisma-malang-kembangkan-rumah-pembudidayaan-ulat-sutera

RKM Unisma Malang Sulap Desa Panggungrejo jadi Agrowisata

RKM Unisma Malang Sulap Desa Panggungrejo jadi Agrowisata

Berita Terkini, Radix

Monitoring lahan plot sayur organik bersama masyarakat desa. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Rumah Kreatif Mahasiswa merupakan salah satu program unggulan Unisma Malang untuk memfasilitasi ide-ide mahasiswa untuk memajukan bangsa.

Salah satu program RKM yang terealisasikan adalah program dari mahasiswa Fakultas Pertanian yang dibimbing oleh Siti Asmaniyah Mardiyani, SP. MP.

Program RKM ini telah dilakukan di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang terfokus pada pengembangan Desa Agrowisata petik sayur organik.

Program ini terfokus pada teknik budidaya sayur organik yang bisa menyehatkan masyarakat dan bisa dijadikan agrowisata nantinya.

Sayur organik adalah sayuran yang dibudidayakan tanpa bahan kimia dan lebih sehat. Selain sebagai penghasil sayuran organik nantinya di desa ini diharapkan dapat  dikembangkan menjadi desa agrowisata petik sayur.

Proses awal penanaman sayuran telah dilakukan dari awal tahun 2020 yaitu tepatnya tanggal 1 Februari 2020 sebagai upaya awal agar nantinya program ini bisa berkembang dengan baik.

Kegiatan awal yang telah rampung dikerjakan adalah pebuatan demplot-demplot sayuran, pengolahan lahan organik, pengadaan bibit dan benih, penanaman dan pemanenan sayuran.

Penanaman sayuran ini dilakukan di lahan samping rumah warga yang terletak di gang Siku no. 4 Desa Panggungrejo.  Kegiatan dilakukan di salah satu tempat warga ini bertujuan sebagai lahan percontohan program yang nantinya jika sudah berjalan dan sayuran tumbuh dengan baik maka akan bisa diterapkan di seluruh wilayah Desa.

Tanggapan masyarakat desa mengenai program ini sangat baik. Bisa dilihat dengan antusiasnya. Warga dengan ikut berkontribusi dalam pembuatan demplot sayuran dan penanaman. Aparat desa dalam hal ini juga sangat mendukung dengan dimudahkannya proses administrasi yang berkaitan dengan program yang dijalankan. 

Sumber :
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/263013/rkm-unisma-malang-sulap-desa-panggungrejo-jadi-agrowisata