Universitas Islam Malang (Unisma Malang) melalui Fakultas Pertanian terus berkomitmen mengambil peran dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berjiwa entrepreneur.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Prof. Dr. Ir. Istirochah Pujiwati, MP., dosen Fakultas Pertanian Unisma Malang, bersama tim, di SMA Islam Al Ma’arif Singosari, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas, Berjiwa Entrepreneur melalui Pengenalan Pendidikan Tinggi dan Teknologi Budidaya Microgreen”, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan inovasi teknologi di bidang pertanian, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada siswa mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membuka wawasan siswa bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kompetensi dan mempersiapkan masa depan. Di sisi lain, pengenalan teknologi budidaya microgreen menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas serta mengenalkan peluang kewirausahaan berbasis pertanian sejak dini.
Mendorong Siswa Berani Melanjutkan Pendidikan
Sebagai dosen Fakultas Pertanian Unisma Malang, Prof. Istirochah memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Para siswa didorong untuk memiliki cita-cita dan keberanian melanjutkan studi ke perguruan tinggi sesuai dengan minat, bakat, serta potensi yang dimiliki.
“Kami ingin memberikan motivasi kepada siswa bahwa setelah lulus SMA masih banyak kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi. Jangan takut untuk memiliki cita-cita dan melanjutkan studi, karena pendidikan dapat membuka kesempatan yang lebih luas untuk masa depan,” ujar Prof. Istirochah.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga merupakan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kompetensi, jejaring, serta kesiapan menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.
Karena itu, siswa perlu mulai mempersiapkan diri sejak jenjang SMA dengan mengenali potensi dan minat yang dimiliki. Dengan perencanaan pendidikan yang baik, siswa diharapkan dapat menentukan pilihan studi secara lebih matang dan memiliki gambaran mengenai masa depan yang ingin dicapai.
Mengenalkan Microgreen sebagai Inovasi dan Peluang Entrepreneurship
Selain memberikan motivasi studi lanjut, Prof. Istirochah dan tim juga memperkenalkan teknologi budidaya microgreen kepada para siswa. Inovasi tersebut dipilih karena relatif mudah diterapkan, dapat dibudidayakan pada lahan terbatas, memiliki waktu panen yang singkat, dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Pengenalan microgreen menjadi bagian penting dalam membangun perspektif baru siswa terhadap dunia pertanian. Pertanian tidak lagi hanya identik dengan aktivitas budidaya di lahan yang luas, tetapi telah berkembang menjadi sektor yang dapat memanfaatkan teknologi, inovasi, kreativitas, dan peluang pasar.
“Pertanian saat ini berkembang sangat luas. Dengan teknologi dan kreativitas, lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang bernilai. Microgreen merupakan salah satu contoh inovasi yang dapat dikembangkan sekaligus menjadi peluang usaha bagi generasi muda,” jelas Prof. Istirochah.
Melalui pengenalan tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa jiwa entrepreneur dapat dibangun sejak dini. Keberanian mencoba, kreativitas melihat peluang, kemampuan berinovasi, dan kemauan untuk terus belajar merupakan modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Belajar, Berinovasi, dan Berani Menciptakan Peluang
Kegiatan pengabdian berlangsung secara interaktif. Para siswa mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pendidikan tinggi, teknologi pertanian, serta peluang pengembangan microgreen sebagai usaha.
Interaksi antara dosen, tim pengabdian, dan siswa juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta. Kehadiran dosen Fakultas Pertanian Unisma Malang di lingkungan sekolah menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia perguruan tinggi sekaligus memperoleh gambaran mengenai berbagai bidang keilmuan yang dapat dipelajari setelah lulus SMA.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dua bekal penting bagi siswa, yakni motivasi untuk melanjutkan pendidikan dan keberanian untuk melihat peluang usaha. Pendidikan tinggi menjadi jalan untuk meningkatkan kompetensi, sementara penguasaan teknologi dan jiwa entrepreneurship menjadi bekal untuk menciptakan inovasi serta peluang di masa depan.
Wujud Kontribusi Fakultas Pertanian Unisma Malang
Kegiatan yang dilaksanakan Prof. Dr. Ir. Istirochah Pujiwati, MP. bersama tim ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Fakultas Pertanian Unisma Malang, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi dalam memperkenalkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pengenalan teknologi microgreen menjadi contoh bagaimana ilmu pertanian dapat dikembangkan secara inovatif dan memiliki nilai ekonomi.
Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, Fakultas Pertanian Unisma Malang tidak hanya berperan dalam pendidikan di lingkungan kampus, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi dan inspirasi kepada masyarakat.
“Harapan kami, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang teknologi budidaya microgreen, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk melanjutkan studi dan berani merancang masa depan. Kami ingin mereka melihat bahwa pendidikan, teknologi, dan entrepreneurship dapat berjalan bersama,” pungkas Prof. Istirochah.
Dari kegiatan tersebut, sebuah pesan penting ditanamkan kepada para siswa SMA Islam Al Ma’arif Singosari: pendidikan membuka jalan menuju masa depan, teknologi menciptakan inovasi, dan entrepreneurship memberikan keberanian untuk menciptakan peluang.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Unisma Malang terus mengambil bagian dalam membangun generasi muda yang cerdas, inovatif, mandiri, berjiwa entrepreneur, serta memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.