MALANG – Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dua mahasiswa dalam Summer School 2026 yang diselenggarakan oleh Silpakorn University, Phetchaburi, Thailand, pada 5–10 Juli 2026.

Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UNISMA mampu berpartisipasi dan bersaing dalam lingkungan akademik internasional sekaligus membawa nama baik universitas di tingkat global.
Mahasiswa yang mewakili Fakultas Pertanian UNISMA adalah Laela Amalia Sholechah dari Program Studi Agroteknologi dan Geovanio Auxilio Do Rosario Wain dari Program Studi Agribisnis. Keduanya berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan akademik, praktik lapangan, serta pertukaran budaya bersama mahasiswa dari berbagai negara.

Summer School 2026 diikuti oleh delegasi dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam Malang (UNISMA), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (UNAIR), Chonnam National University (Korea Selatan), Meijo University (Jepang), National Chung Hsing University (Taiwan), Eastern Visayas State University (Filipina), Southwest University (China), dan Silpakorn University sebagai tuan rumah. Secara keseluruhan, peserta berasal dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, China, dan Filipina.
Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Pertanian UNISMA dalam program ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di tingkat internasional. Selain memperluas wawasan akademik, program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, memperkuat jejaring global, serta mengembangkan keterampilan berkolaborasi dalam lingkungan multikultural.
Rangkaian kegiatan diawali pada 5 Juli 2026 melalui Opening Ceremony yang dilanjutkan dengan Special Lecture dari para akademisi Silpakorn University. Pada hari yang sama, seluruh peserta mengikuti Cultural Exchange Activities sebagai wadah untuk saling memperkenalkan budaya, tradisi, dan kebiasaan dari negara masing-masing. Kegiatan hari pertama ditutup dengan Taste of Phetchaburi: Mocktails & Sweet Delights, yang memperkenalkan beragam minuman dan makanan penutup khas Provinsi Phetchaburi.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Phetchaburi Aquatic Demonstration Farm untuk mempelajari pengelolaan budidaya perairan serta penerapan teknologi yang digunakan dalam sektor perikanan. Kegiatan dilanjutkan dengan Phetchaburi City Tour, yang memberikan kesempatan kepada peserta mengenal sejarah, budaya, dan kekayaan lokal Kota Phetchaburi.
Pada hari ketiga, peserta mengikuti DIY Herbal Inhaler Workshop, yaitu praktik membuat inhaler herbal khas Thailand menggunakan bahan-bahan alami. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Bunny Workshop: Health & Care, yang membahas teknik pemeliharaan, kesehatan, dan kesejahteraan kelinci sebagai salah satu bentuk pengenalan pengelolaan ternak skala kecil.
Hari berikutnya diisi dengan kunjungan lapangan ke Khun Trak Phakdi Durian Orchard, di mana peserta mempelajari pengelolaan kebun durian, mulai dari teknik budidaya hingga pengembangan komoditas hortikultura unggulan di Thailand. Setelah itu, peserta mengunjungi Wat Huay Mongkol Temple, salah satu destinasi wisata religi yang menjadi ikon Provinsi Phetchaburi dan sarat akan nilai sejarah serta budaya.
Pada hari terakhir, peserta mengikuti sesi Edible Insects, yang membahas potensi serangga sebagai sumber pangan alternatif berkelanjutan sekaligus inovasi dalam sistem pangan masa depan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama President of Silpakorn University sebelum ditutup secara resmi melalui Cultural Exchange Performance.
Dalam penampilan budaya tersebut, setiap negara menampilkan kesenian tradisional sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya dunia. Delegasi Indonesia mempersembahkan tarian tradisional yang mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari seluruh peserta. Penampilan tersebut menjadi momen berharga untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempererat persahabatan antarnegara.
Salah satu delegasi Fakultas Pertanian UNISMA, Laela Amalia Sholechah, mengungkapkan bahwa program ini memberikan pengalaman yang sangat berharga, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.
“Mengikuti Summer School di Silpakorn University menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Saya tidak hanya memperoleh pengetahuan baru melalui berbagai kegiatan akademik dan kunjungan lapangan, tetapi juga belajar berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara dan budaya. Pengalaman ini membuka wawasan saya bahwa kolaborasi internasional sangat penting dalam menghadapi tantangan pertanian di masa depan. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian UNISMA lainnya untuk berani mengikuti program internasional dan terus mengembangkan kompetensi diri,” ujarnya.
Keikutsertaan dalam Summer School 2026 memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, serta jejaring internasional yang akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun studi lanjut.
Partisipasi mahasiswa dalam program internasional ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian UNISMA dalam menciptakan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Melalui berbagai kesempatan kolaborasi internasional, Fakultas Pertanian UNISMA terus mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ke depan, Fakultas Pertanian UNISMA berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan mengikuti program internasional.