Mari Saatnya Bergabung Bersama Prodi Agribisnis!

Mari Saatnya Bergabung Bersama Prodi Agribisnis!

Berita Terkini, Pengumuman, Radix

Program Studi Agribisnis berdiri 1980, memiliki Dosen berkualifikasi 53% S-3 (Doctor), dan 47% S-2 (Magister). Dalam rangka menghasilkan lulusan berwawasan global, Prodi Agribisnis terus meningkatkan performance kualifikasinya dan senantiasa mengembangkan diri dalam bidang IPTEKS Pertanian dengan menyediakan sarana dan prasarana utama maupun penunjang antara lain tersedianya Laboratorium Agribisnis Modern, perkuliahan multimedia, dan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan Home Industry se-Malang Raya sebagai Practical Training Center bagi mahasiswa. Prodi Agribisnis diarahkan untuk membentuk Profil Sarjana Agribisnis yang unggul, professional dan memiliki akhlaqul karimah sesuai dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Lulusan ynag dihasilkan oleh Prodi Agribisnis dapat bekerja sebagai seorang manajer, pengusaha, fasilitator pengembangan masyarakat dan konsultan agribisnis.

“TERAKREDITASI A”

Klik : pmb.unisma.ac.id

Negara Gajah Putih dan the “KITCHEN OF THE WORLD”

Negara Gajah Putih dan the “KITCHEN OF THE WORLD”

Berita Terkini, Radix

Oleh : Dr. Ir. Nurhidayati, MP (Dekan Fakultas Pertanian UNISMA)

Sungguh suatu yang tidak disangka  ketika saya menerima surat dari The Royal Thai Embassy bahwa saya sebagai nominasi pemenang  The Fellowsihp Awards dari TICA dan KOICA untuk mengikuti International Training of Sustainable Agriculture based on Sufficiency Economy Philosophy selama tiga minggu. 

Terdapat tujuh negara ASEAN yang mengikuti program ini. Kami berdiskusi tentang penerapan Sustainable Agriculture di negara kita masing-masing. Kami tinggal di  Rajamangala Chom Kluen Hotel, Hua-Hin, Petchaburi. selama training. Pelaksanaan Training dilakukan di kelas dan kunjungan lapangan ke petani yang menerapkan Sustainable Agriculture.


Foto Bersama Dari Perwakilan Tujuh Negara ASEAN

Pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan selama mengikuti training ini ketika berkunjung ke lahan-lahan pertanian dan hutan mangrove milik pemerintah (The projects of the king) dan lahan-lahan milik petani-petani di Provinsi Phetchabury, Thailand.  Banyak pelajaran yang saya peroleh ketika berkunjung ke lahan pertanian dan berdiskusi dengan petani-petani di Provinsi Phetchabury, Thailand.  Ada pertanyaan yang mengelitik hati saya mengapa Negara Thailand disebut sebagai Kitchen of the word, padahal lahan pertaniannya tidaklah terlalu subur dibandingkan dengan Indonesia yang terkenal dengan gemah ripah loh jinawi, tanahnya subur dan kualitasnya tinggi tetapi produktivitas tanamannya  masih lebih rendah terutama pada komoditi tanaman hortikultura. Lahan-lahan yang terdegradasi karena erosi dan permukaannya terlihat penuh bebatuan berwarna putih menyerupai batu kapur, sejak tahun 1998  telah dilakukan restorasi lahan, sekarang telah berubah menjadi kawasan hijau yang subur, walaupun di beberapa tempat masih dijumpai bebatuan putih. Apa yang dilakukan oleh masyarakat Thailand? Mereka sangat patuh pada titah sang Raja untuk tetap bertahan hidup di tengah situasi yang sangat tidak menyenangkan saat krisis ekonomi dan krisis pangan yang melanda negara Thailand tahun 1998. 

Raja Thailand memerintahkan rakyatnya untuk melakukan restorasi dan reboisasi dengan menanam rumput.  Masyarakat Thailand menyebutnya rumput ajaib yang mampu menghancurkan bebatuan.  Ternyata nama ilmiah rumput tersebut adalah Vetiveria zizanioides atau dikenal dengan rumput vetiver.  Rumput tersebut memiliki perakaran luas dan dalam serta memiliki biomassa yang besar sehingga bisa menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar ketika musim penghujan dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang membantu menghancurkan bebatuan tersebut.  Setelah saya amati rumput ini banyak ditemukan di Indonesia dan benar apa yang saya duga setelah saya berdiskusi dengan pengelola lahan ini ternyata rumput ini awal mulanya mereka impor dari Indonesia, kemudian dibudidayakan secara besar-besaran dan ditanam di kawasan yang terdegradasi. Setelah tiga tahun penanaman rumput Vetiver ini bebatuan hancur dan dapat ditanami kembali. Kita sebagai pemerhati bidang pertanian mungkin tidak pernah terfikirkan bahwa rumput tersebut mampu memulihkan tanah-tanah terdegradasi.


Rumput vetiver (Vetiveria zizanioides) yang mampu menghancurkan bebatuan

Pengamalan yang sangat berkesan lagi  ketika kami berkunjung ke petani sukses yang menerapkan sistem pertanian organik di provinsi ini dengan menanam tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan antara lain sayuran daun, buah pisang, anggur, pepaya, belimbing, jambu bangkok dan kelapa.  Saya merasakan buah-buahan yang ditanam di lahan tersebut yang sangat berbeda dari buah yang sama di Indonesia,  rasanya manis sekali dan renyah serta buahnya besar-besar. Apa kunci keberhasilan mereka? Ternyata mereka menerapkan sistem pertanian organik yang memanfaatkan seresah dedaunan dan kotoran ternak yang mereka pelihara untuk dijadikan pupuk kompos yang diaplikasikan ke lahan perkebunan buah tersebut secara rutin sehingga tanah tetap subur, tanpa sedikitpun menggunakan pupuk kimia maupun pestisida kimia.  Aplikasi pupuk kompos dapat meningkatkan  aktivitas mikroorganisme tanah untuk mempertahankan kesuburan tanah.


Kunjungan ke lahan terdegradasi yang telah berubah menjadi lahan hijau

Bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat berkesan (very impressive experince) bahwa bila kita sebagai pemerhati dan pengusaha pertanian memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan sistem pertanian organik yang memanfaatkan potensi lokal, maka sistem pertanian kita akan sustainable dan dapat menghasilkan produk pangan yang sehat dan berkualitas tinggi sehingga bisa kita ekspor ke negara lain sebagaimana dilakukan oleh petani-petani di negara Thailand. Mereka benar-benar telah lulus dari masa-masa sulit krisis ekonomi dan krisis pangan dan energi  dan menjadi The Kitchen of the World karena kesabaran dan kepatuhannya kepada Raja untuk tetap kreatif dan inovatif memanfaatkan sumberdaya lokal dan  menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan dengan Low Technology External Input.  Dengan ketekunan dan kecintaan terhadap profesi kita di bidang pertanian, Insyaallah masa-masa sulit yang akan kita hadapi pasca Covid-19 di bidang ketahanan pangan akan kita lalui dengan meningkatkan kreativitas dan aksi nyata untuk tanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam di lingkungan kita sehari-hari. 

Sumber : http://kui.unisma.ac.id/2020/05/23/berbagi-pengalaman-berada-di-negara-kitchen-of-the-world-oleh-dr-ir-nurhidayati-mp-dekan-fakultas-pertanian-uisma-malang/

RKM Fakultas Pertanian Unisma Malang Asah Jiwa Entrepreneur

RKM Fakultas Pertanian Unisma Malang Asah Jiwa Entrepreneur

Berita Terkini, Radix

TIMESINDONESIA, MALANG – Rumah Kreatif Mahasiswa Unisma Malang Fakultas Pertanian melakukan pelatihan pembuatan tepung umbi ganyong di desa Benjor, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung 23-26 Februari ini diikuti oleh sekitar 7 orang ibu-ibu petani yang ada di desa Benjor. Pelatihan bertajuk “Pusat Layanan Pengembangan Entrepreneur Bagi Masyarakat Petani Desa Benjor” ini bertujuan mengembangkan potensi pertanian Desa Benjor yang dapat menambah kesejahteraan petani.

Hasil olahan umbi ganyong yang sudah menjadi tepung pati. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

Kegiatan dimulai dari pengupasan umbi hingga menjadi tepung pati. Pada saat pelaksaan terjadi kendala dikarenakan anggota kelompok tidak bisa ikut melaksanakan kegiatan bersama dikarenakan adanya Praktek Kerja Lapang pada saat liburan semester 5.

Meskipun begitu diharapkan kedepannya bisa ikut serta semua untuk melakukan kegiatan pembuatan tepung pati di desa tersebut.

Tim RKM Fakultas Pertanian Unisma Malang berharap warga Desa Benjor bisa memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa mengangkat perekonomian petani desa tersebut. Misalnya umbi pati ganyong ini bisa diolah lagi menjadi macam aneka kue, seperti kue kering saat lebaran. 


*)Pewarta: Defi Widiyasari, Anggota RKM Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (UNISMA)

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/262558/rkm-fakultas-pertanian-unisma-malang-asah-jiwa-entrepreneur

Yuk! Join Bareng HIMAGRI di Acara OBSENIS

Yuk! Join Bareng HIMAGRI di Acara OBSENIS

Berita Terkini, Pengumuman, Radix

“OBSENIS (Obrolan Seputar Agribisnis)” 🌱

Hai calon agripreneur ! 👋

Produktivitas pertanian yang baik tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan hasil pertanian yang tinggi, namun juga menunjang kesejahteraan para petani. Namun, di tengah pandemi ini bagaimanakah nasib produktivitas pertanian di indonesia ?

Yuk ngobrol santai sekalian ngabuburit membahas tentang nasib produktivitas dan kontribusi pertanian di masa pandemi ini.
Tanggal : jumat, 22 mei 2020
Pukul : 14.00 Wib
Aplikasi : via google meet

Narahubung : 085707010971 (Dwi nur laili paramita)

HIMAGRI – OBSENIS