Informasi

TAU GAK SIH APA ITU HTTS ???

Rabu, 03 Juli 2019 - 08:37 WIB
Diposting oleh: Faperta - Kategori: Radix

TAU GAK SIH APA ITU HTTS ???

Oleh : Wahidatul R dan Umi Kholiliyah

                Kebanyakan dari kalian mungkin belum mengetahui apa sih HTTS itu ? HTTS adalah  hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati tanggal 31 Mei untuk menyerukan bahaya rokok. Di Indonesia sendiri gerakan pengendalian tembakau sudah berlangsung 21 tahun lalu.

 

                setiap tahun, pada tanggal 31 Mei,  Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau ‘World No Tobacco Day’ (WNTD) diperingati, untuk menyoroti gangguan kesehatan dan risiko lain yang terkait dengan penggunaan tembakau. Selain itu, juga untuk mengadvokasi kebijakan yang efektif untuk mengurangi konsumsi tembakau. Hari Tanpa Tembakau Sedunia pertama kali diperkenalkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini disebabkan karena WHO melihat penggunaan tembakau membunuh setidaknya 10 juta orang di dunia setiap tahun, sementara pengguna tembakau di seluruh dunia mencapai 1,3 miliar. Oleh karena itu WHO telah mengawali resolusi mereka melalui WHA40.38 pada 1987 dengan merayakan acara yang disebut ‘Hari Tanpa Rokok Sedunia’. Bertepatan pada ulang tahun WHO ke-40 pada 7 April 1988, dicanangkanlah Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei.

 

                Pada 1998, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau berdiri. Organisasi non-pemerintah ini beranggotakan individu dan organisasi yang bertujuan melindungi warga Indonesia dari bahaya kecanduan merokok. Organisasi yang bergabung di antaranya Ikatan Dokter Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

 

                Kementerian Kesehatan menyebut jumlah perokok di Indonesia saat ini lebih dari sepertiga atau 36,3 persen dari 258 juta total penduduk Indonesia. Jumlah perokok sekarang mencapai 93.654.000. Sebanyak 20 persen dari angka itu merupakan perokok remaja usia 13-15 tahun.

 

Di Indonesia, dokter dan aktivis pengendali tembakau bekerja keras untuk menyelesaikan masalah kesehatan publik itu dengan beragam rintangan yang berat.

 

                Mengutip data WHO (2018), setiap tahun di dunia terjadi 15 juta kematian dini akibat penyakit yang tidak menular pada kelompok usia 30-69 tahun. Sebanyak 7,2 juta kematian tersebut diakibatkan konsumsi produk tembakau dan 70% kematian tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk Negara kita  Indonesia.

 

“Setiap peringatan pasti ada beberapa pendapat tentang dampaknya. kalau menurut saya adanya hari tanpa tembakau itu belum berefek apa-apa karena hanya diadakan Cuma satu hari saja, tetapi jika pemerintah melarang adanya penggunaan tembakau pasti disini ada banyak pihak yang dirugikan seperti pemerintahan, perusahaan rokok, petani tembakau, dan masyarakat yang mengkonsumsi rokok” ungkap Dr. Ahmad Dedy Syathori, SST., M.Si salah satu dosen Fakultas Pertanian UNISMA. Di sisi lain Dr. Ir. Masyhuri Mahfudz, MS. berpendapat   “menurut saya adanya hari tanpa tembakau itu baik untuk mengurangi adanya asap rokok dan menyerukan bahaya merokok ,karena asap rokok lebih berpengaruh negative pada perokok pasif bahkan masyarakat yang tidak merokok” banyak pendapat yang berbeda-beda disetiap pandang yang berbeda pula, tergantung kita yang menyikapi dampak dari berbagai sisi. Hari tanpa tembakau ini tidak memberi efek pada produksi tembakau namun berdampak pada masyarakat yang perokok aktif maupun pasif. peringatan hari tanpa tembakau ini baik untuk pergerakan mengurangi asap rokok, tetapi kurangnya sosialisasi menjadikan masyarakat tidak mengetahui adanya hari tanpa tembakau ini sehingga tidak ada pergerakan apapun dari kalangan masyarakat biasa maupun dari kalangan mahasiswa.

 

                Sosialisasi tentang adanya hari tanpa tembakau ini sangatlah penting sebenarnya apalagi  dikalangan mahasiswa untuk penyuarakan bahaya merokok pada mahasiswa dan masyarakat sekitar . alangkah lebih baik jika organisai-organisasi kemahasiswaan mengadakan kegiatan untuk penyiarkan bahaya rokok, khususnya dengan adanya hari tanpa tembakau ini

 

Manfaat dari daun tembakau ini selain untuk bahan rokok juga bisa digunakan sebagai bahan pestisida alami untuk menghilangkan hama dan penyakit pada tanaman karena daun tembakau terutama pada jenis tembakau  Madura yang diekstrak dengan pelarut aquades sehingga di dapat hasil bahwa terdapat senyawa bioaktif terlarut 100 persen nikotin (C10H14N2) yang dapat melindungi daun tembakau dan mengusir hama penyakit. Dari sinilah daun tembakau bisa dibuat sebagai bahan pestisida alami tak hanya penggunaan tembakau untuk bahan rokok saja, meski lebih umum di buat sebagai bahan pokok dari rokok dibandingkan yang lainnya. Maka tak heran ketika ada kata tembakau pasti di dalam pikiran kita adalah rokok yang mengandung banyak dampak negatif.